menu umar-upb


..:: KOMPUTER APLIKASI ::.. || ..:: PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI ::.. || ..:: SISTEM BASIS DATA ::.. || ..:: KONSEP SISTEM INFORMASI ::.. || ..:: PEMROGRAMAN VISUAL ::.. || ..:: PEMROGRAMAN BASIS DATA ::.. || ..:: JARINGAN KOMPUTER DAN INTERNET ::.. || ..:: ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ::.. || ..:: LOGIKA INFORMATIKA DAN ALGORITMA ::.. || ..:: PENGANTAR E-BUSINESS DAN E-COMMERCE ::.. || ..:: REKAYASA PERANGKAT LUNAK ::.. || ..:: JARINGAN NIRKABEL DAN KOMPUTASI BERGERAK ::.. || ..:: THECNOPRENEURSHIP DAN INDUSTRI KREATIF ::.. || ..:: MULTIMEDIA DESIGN ::. || ..:: PEMROGRAMAN C++ ::. || ..:: PENGANTAR TEKNOLOGI KOMPUTER ::. || ..:: ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA ::.
Tampilkan postingan dengan label RPL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RPL. Tampilkan semua postingan

Alat bantu Pengembangan Sistem - RPL

Pada dasarnya, alat bantu perancangan sistem informasi terbagi atas 3 bagian yaitu :
  1. Alat bantu perancangan sistem
  2. Alat bantu perancangan logika program
  3. Alat bantu perancangan database
Barikut penjabaran dari alat bantu perancangan sistem informasi.

1. Alat bantu perancangan sistem
Alat bantu perancangan sistem terbagi atas 3 bagian, yaitu :
  • ASI (Aliran Sistem Informasi)
  • Context Diagram
  • DFD (Data Flow Diagram)
1.1 Aliran Sistem Informasi (ASI)
Aliran sistem informasi sangat berguna untuk mengetahui permasalahan yang adda pada suatu sistem. Dari sini dapat diketahui apakah system informasi tersebut masih layak dipakai atau tidak, masih manual atau komputerisasi. Jika sistem informasinya tidak layak lagi maka perlu adanya perubahan dalam pengolahan datanya sehingga menghasilkan informasi yang cepat dan akurat serta keputusan yang lebih baik.
Berikut simbol-simbol dari Aliran Sistem Informasi (ASI) :
No
Simbol
Keterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Proses Manual. Digunakan untuk menggambarkan kegiatan manual atau pekerjaan yang dilakukan tanpa menggunakan komputer.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Proses Komputer. Proses yang menggunakan komputer dimana pengolahan data dilakukan secara online.
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Dokumen. Merupakan formulir yang digunakan untuk merekam data yang menunjukkan input dan output, baik untuk proses manual maupun komputer.
4
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Garis Alir. Menunjukkan aliran atau arah dalam proses pengolahan data.
5
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Arsip. Untuk menggambarkan penyimpanan data baik dalam bentuk arsip atau file komputer. Dapat di tulis F atau A.


1.2 Context Diagram
Context Diagram adalah gambaran umum tentang suatu sistem yang terdapat didalam suatu organisasi yang memperlihatkan batasan (boundary) sistem, adanya interaksi antara eksternal entity  dengan suatu sistem  dan informasi secara umum mengalir diantara entity dan sistem. Context Diagram merupakan alat bantu yang digunakan dalam menganalisa sistem yang akan dikembangkan.

Simbol-simbol yang digunakan di dalam Context Diagram hampir sama dengan simbol-simbol yang ada pada DFD, hanya saja pada Context Diagram tidak terdapat simbol file.
Berikut simbol-simbol Context Diagram
NoSimbolKeterangan
1
Kesatuan Luar(EksternalEntity) = Merupakan kesatuan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainya yang berada diluar lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output sistem.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Proses(Process) = Kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh, mesin atau komputer dari suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Arus Data (Data Flow) = Arus data mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan. Arus data ini menunjukan arus data dari yang masuk ke dalam proses sistem


1.3 Data Flow Diagram (DFD)
DFD merupakan ganbaran sistem secara logika yang tidak tergantung pada perangkat keras, lunak, struktur data dan organisasi file. Keuntungan dari DFD adalah untuk memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti system yang akan dikerjakan atau dikembangkan.
Berikut simbol-simbol dari Data Flow Diagram (DFD) :
NoSimbolKeterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Kesatuan Luar/External Entity merupakan sumber atau tujuan data, dapat berupa bagian atau orang yang berada diluar sistem tapi berhubungan dengan sistem tersebut.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Proses. Simbol ini digunakan untuk melakukan proses pengolahan data, yang menunjukkan suatu kegiatan yang mengubah aliran data yang masuk menjadi keluaran.
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Penyimpanan Data/Data Store merupakan tempat penyimpanan dokumen-dokumen atau file-file yang dibutuhkan.
4
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Aliran Data. Menunjukkan arus data dalam proses.
Aturan dalam pembuatan DFD
  • Tidak boleh menghubungkan external entity ke external entity secara langsung.
  • Tidak boleh menghubungkan data storage ke data storage lainnya secara langsung.
  • Tidak boleh menghubungkan data storage dengan external entity secara lansung.
  • Pada setiap proses harus ada data flow masuk dan keluar dan sebaliknya.
  • Tidak boleh ada proses dari arus data tidak memiliki nama (nama harus ada)
  • Tidak boleh ada proses yang tidak memiliki nomor.
Metode pembuatan DFD
  • Mulai dari yang umum sampai yang detail
  • Jabarkan setiap proses
  • Pelihara konsistensi antar proses
  • Berikan label nama yang bermakna untuk ke empat simbol tersebut
  • Menjaga konsistensi dengan model lainnya.
Tahapan Pembuatan DFD
  • Buat Context Diagram (Top Level Diagram)
  • Buat diagram level 0
  •  Buat diagram level1 (diagram detail)
Diagram ini digunakan untuk menjelaskan tahapan-tahapan proses dari diagram level 0.   

Cara pembuatan DFD 
  • Identifikasi semua external entity dalam sistem
  • Identifikasi semua input dan ouput yang terlibatdengan external entity.
  • Urutan pengambaran dimulai dari context diagram, diagram level 0, diagram level1.
2. Alat Bantu Perancangan Logika Program
Adapun alat bantu dalam pernacngan logika program terdiri atas 2 bagian yaitu :
  • Struktur Program
  • Flowchart
2.1 Struktur Program
Menggambarkan menu utama pada program yang akan dirancang juga menampilkan apa yang dikerjakan pada sebuah sistem atau membuat bagian bentuk spesifikasi dari modul-modul program yang dikerjakan pada sebuah sistem.
Berikut simbol-simbol dari struktur program :
NoSimbolKeterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol sumber / atau tujuan data
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol proses terdefinisi


2.2 Flowchart
Program Flowchart adalah diagram alir yang menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah. Bagan alir program (program flowchart)  merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program.

Berikut simbol-simbol dari Flowchart :
NoSimbolKeterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Input/Output.
Digunakan untuk mewakili data input/output.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Proses.
Digunakan untuk mewakili suatu proses.
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Garis Alir.
Digunakan untuk menunjukkan arus dari proses.
4
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Penghubung.
Digunakan untuk menunjukkan sambungan dari bagan alir yang terputus. Baik pada halaman yang sama maupun di halaman berikutnya.
5
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Keputusan.
Digunakan untuk suatu penyelesaian kondisi di dalam program.
6
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Proses Terdefinisi.
Digunakan untuk menunjukkan suatu operasi yang rinciannya ditunjukkan di tempat lain.
7
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Persiapan.
Digunakan untuk memberi/menset nilai awal suatu besaran.
8
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Simbol Titik Terminal.
Digunakan untuk menunjukkan awal dan akhir dari suatu proses


3. Alat Bantu Perancngan Database
Adapun alat bantu dalam perancagan database terdiri dari 2 bagian yaitu :
  • Entity Relationship Diagram (ERD)
  • Normalisasi Database
3.1 Entity Relationship Diagram (ERD)
Model ERD berisi komponen-komponen entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan  seluruh fakta yang ditinjau sehingga dapat diketahui hubungan antara entity-entity yang ada dengan atribut-atributnya. Selain itu juga bisa menggambarkan hubungan yang ada dalam pengolahan data, seperti hubungan many to many, one to many, one to one. 
Berikut simbol-simbol dari ERD
NoSimbolKeterangan
1
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Entity, yaitu suatu objek yang dapat dibedakan dengan objek lainnya. Di dalam database, entity lebih dikenal dengan nama File.
2
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Atribut, yaitu karakteristik yang mencirikan suatu entity atau property dari sebuah entity. Di dalam database, atribut dikenal dengan nama Field.
3
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Field Key, yaitu Data/atribut yang bersifat unique(berbeda) dan tidak akan pernah sama dengan yang lainnya
4
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Relationship, merupakan relasi yang menyatakan hubungan antara entity.
5
Alat Bantu Dalam Perancangan Sistem Informasi
Link, merupakan garis yang digunakan sebagai penghubung antara himpunan relasi dengan entitas dan himpunan entitas dengan atributnya.


3.2 Normalisasi Database
Normalisasi adalah suatu teknik untuk meng-organisasi data ke dalam tabel-tabel  untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi. Adapun tujuan dari normalisal adalah :
  • Untuk menghilangkan kerangkapan data
  • Untuk mengurangkan kompleksitas
  • Untuk mempermudah pemodifikasian data
Normalisasi database biasanya jarang dilakukan dalam database skala kecil, dan dianggap tidak diperlukan pada penggunaan personal. Namun seiring dengan berkembangnya informasi yang dikandung dalam sebuah database, proses normalisasi akan sangat membantu dalam menghemat ruang yang digunakan oleh setiap tabel di dalamnya, sekaligus mempercepat proses permintaan data.
Proses Normalisasi
  • Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya  dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
  • Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.
Tahap-tahap normalisasi : 
Bentuk Tidak Normal (Menghilangkan perulangan group) --> Bentuk Normal Pertama (1NF) (Menghilangkan ketergantungan sebagian) --> Bentuk Normal Kedua (2NF) (Menghilangkan ketergantungan transitif) --> Bentuk Normal Ketiga (3NF) (Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional)

Bentuk Normal  Kesatu  (1NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal Kesatu bila  setiap data  bersifat atomik yaitu  setiap irisan  baris dan kolom  hanya mempunyai satu nilai data.
Bentuk Normal Kedua (2NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal  Kedua bila relasi tersebut sudah memenuhi bentuk Normal kesatu, dan atribut yang bukan key sudah tergantung penuh terhadap key-nya.
Bentuk Normal  Ketiga (3NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal ketiga bila relasi tersebut sudah memenuhi bentuk Normal kedua dan  atribut yang bukan key tidak tergantung transitif terhadap key-nya.

daftar bacaan:
http://gho-blogs.blogspot.com
http://novitasaputriani.blogspot.com

RPL - Basis Data (Database)


Secara Umum Basis Data memiliki hirarki sebagai berikut :
·         Sistem Basis Data
·         Basis Data
·         File
·         Record
·         Data item
·         Byte
·         Bit

Basis Data
Sekumpulan data dalam file yang saling terhubung (interrelated file), record dalam file harus mengizinkan adanya kerelasian ke record-record lain dalam file yang lain. (J.L. Whitten & L.D Bentley, 1998, dalam Sutanta, 2011: 12)
Sistem Basis Data
Sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan.
Kebutuhan basis data dalam sistem informasi meliputi :
  1. Memasukkan, menyimpan, dan mengambil data
  2. Membuat laporan berdasarkan data yang telah disimpan
Penerapan basis data akan berdampak terhadap berkurangnya biaya.
Ada 3 hal yang berkaitan dengan biaya, yaitu : biaya penyimpanan, biaya penggunaan data, dan tingginya biaya ketika membuat perubahan-perubahan pada basis data.
Elemen penting dalam sistem basis data adalah sebagai berikut (Sutanta, 2004) :
  1. Basis Data sebagai inti dari sistem basis data
  2. Perangkat lunak (software) untuk perancangan dan pengelolaan basis data
  3. Perangkat keras (hardware) sebagai pendukung operasi pengolahan data
  4. Manusia (brainware) yang mempunyai peran penting dalam sistem tersebut, yaitu sebagai pemakai atau para spesialis informasi yang mempunyai fungsi sebagai perancang atau pengelola
Keuntungan Pengembangan Basis Data (Raymond McLeod Jr. dan George Schell, 2001) adalah sebagai berikut :
  1. Mengurangi kerangkapan data
  2. Menghindari ketergantungan data
  3. Memungkinkan integritas data dari banyak file
  4. Pemanggilan data dan informasi cepat
  5. Meningkatkan keamanan data
DATA BASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)
Database Management System (DBMS) dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai Sistem Manajemen Basis Data
Suatu sistem aplikasi yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan menampilkan data.
Contoh : Ms Access, MySQL, Oracle
Syarat minimal DBMS :
  1. Menyediakan fasilitas untuk mengelola akses data
  2. Mampu menangani integritas data
  3. Mampu menangani akses data yang dilakukan secara bersamaan (konkuren)
  4. Mampu menangani backup data
Pengelolaan DBMS ditangani oleh seorang tenaga ahli yang spesialis menangani DBMS yang disebut dengan DBA (Database Administrator)
Hampir semua DBMS mengadopsi SQL (Structured Query Language) sebagai bahasa untuk mengelola data pada DBMS
SQL (Structured Query Language)
SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk mengelola data pada RDBMS (Relational Database Management System)
SQL berkembang pada tahun 1970. SQL mulai digunakan sebagai standar yang resmi pada tahun 1986 oleh ANSI (American National Standards Institute) dan pada tahun 1987 oleh ISO (International Organization for Standardization) dan disebut sebagai SQL-86
Contoh pengaksesan data pada DBMS dengan SQL yang secara umum terdiri dari 4 hal sebagai berikut :
  1. Memasukkan data (insert)
  2. Mengubah data (update)
  3. Menghapus data (delete)
  4. Menampilkan data (select)

INSERT
INTO [nama_tabel] [(urutan atribut/kolom)]
VALUES [(nilai_1, nilai_2)], [(nilai_1, nilai_2)]
INSERT
INTO Member (IdMember, Nama, Alamat, Pekerjaan, JenisKartu)
VALUES
(10001, “Al Amin”, “Sekupang”, “PNS”, “Premium”),
(10002, “Ferry”, “Batu Aji”, “Swasta”, “Gold”),
(10003, “Ucha”, “Batu Aji”, “Swasta”,”Silver”),
(10004, “Lilis”, “Tembesi”, “Mahasiswa”, “Gold”)

UPDATE [nama tabel]
SET [kolom yang akan diperbarui dan nilainya]
WHERE [kondisi yang diinginkan]
UPDATE KartuDiskon
SET Diskon = Diskon + 5
WHERE JenisKartu = “Premium”
Penulisan perintah pembaruan akan mengubah nilai diskon pada kartu premium, berikut hasilnya :
ALUR HIDUP BASIS DATA
Tidak hanya perangkat lunak yang memiliki alur hidup, dalam membuat perencanaan basis data juga memiliki alur hidup atau Database Life Cycle (DBLC). Fase-fase DBLC antara lain :
  1. Analisis kebutuhan / Requirement Analysis
    1. Didefinisikan dengan mewawancarai produsen dan pemakai data
    2. Membuat kontrak spesifikasi basis data
    3. Entity Relationship Diagram (ERD)
  2. Desain lojik basis data / Logical Database Design
                Membuat rancangan logik basis data (Conceptual Data Model – CDM)
  1. Desain fisik basis data / Physical Database Design
                Membuat rancangan fisik basis data (Physical Data Model – PDM)
  1. Implementasi
    1. Membuat query SQL
    2. Aplikasi ke DBMS atau file
EDR (Entity Realationship Diagram)



CDM (Conceptual Data Model) atau model konseptual data merupakan konsep yang berkaitan dengan pandangan terhadap data yang disimpan dalam basis data.
CDM merupakan hasil penjabaran lebih lanjut dari ERD. Aturan-aturan yang harus diikuti dalam melakukan konversi ERD menjadi CDM.



PDM adalah model yang menggunakan sejumlah tabel untuk menggambarkan data serta hubungan antara data-data tersebut
Simbol PDM :



RPL - System Development Life Cycle (SDLC)


Pengertian SDLC
Pada awal pengembangan perangkat lunak, para pembuat program (programmer) langsung melakukan pengkodean perangkat lunak tanpa menggunakan prosedur atau tahapan pengembangan perangkat lunak. Dan ditemuilah kendala-kendala seiring dengan perkembangan skala sistem-sistem perangkat semakin besar.
SDLC dimulai dari tahun 1960-an, untuk mengembangkan sistem skala usaha besar secara fungsional untuk para konglomerat pada zaman itu. Sistem-sistem yang dibangun mengelola informasi kegiatan dan rutinitas dari perusahaan-perusahaan yang berpotensi memiliki data yang besar dalam perkembangannya.
Berikut tahapan-tahapan dalam SDLC :
  1. Inisiasi (initiation)
  2. Pengembangan konsep sistem (system concept development)
  3. Perencanaan (planning)
  4. Analisis kebutuhan (requirement analysis)
  5. Desain (design)
  6. Pengembangan (development)
  7. Integrasi dan pengujian (integration and test)
  8. Implementasi (implementation)
  9. Operasi dan pemeliharaan (operations and maintenance)
  10. Disposisi (disposition)
  11. Banyaknya model untuk SDLC, dimana semua memiliki kekurangan dan kelebihan. Akan tetapi hal yang terpenting adalah mengenali tipe pelanggan (customer) dan memilih menggunakan model SDLC yang sesuai dengan karakter pelanggan (customer) dan karakter pengembang (developer).
SDLC memiliki beberapa model dalam penerapan prosesnya. Berikut model-model dari SDLC :
  1. Model Waterfall / Sekuensial Linier
  2. Model Prototipe
  3. Model RAD (Rapid Application Development)
  4. Model Iteratif / Inkremental
  5. Model Spiral
  6. Model Rakitan Komponen
  7. Model Perkembangan Konkuren

a.       Model Waterfall  / Sekuensial linier
Model waterfall menyediakan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung (support).
Gambar model waterfall :
Model Waterfall  / Sekuensial linier
Dari kenyataan yang terjadi sangat jarang model air terjun dapat dilakukan sesuai alurnya karena sebab berikut :
1)      Perubahan spesifikasi perangkat lunak terjadi ditengah-tengah alur pengembangan
2)      Sangat sulit bagi pelanggan untuk mendefinisikan semua spesifikasi di awal alur pengembangan. Pelanggan sering kali butuh contoh (prototype) untuk menjabarkan spesifikasi kebutuhan sistem lebih lanjut
3)      Pelanggan tidak mungkin bersabar mengakomodasi perubahan yang diperlukan di akhir alur pengembangan
Model Waterfall adalah model SDLC yang paling sederhana. Model ini hanya cocok untuk pengembangan perangkat lunak dengan spesifikasi yang tidak berubah-ubah.
b.        Model Prototipe
Model prototipe dapat digunakan untuk menyambung ketidakpahaman pelanggan mengenai hal teknis dan memperjelas spesifikasi kebutuhan yang diinginkan pelanggan kepada pengembang perangkat lunak.
Skema :
Mock Up adalah sesuatu yang digunakan sebagai model desain yang digunakan untuk mengajar, demonstrasi, evaluasi desain, promosi, atau keperluan lain.
Model prototipe juga memiliki kelemahan sebagai berikut :
1)      Pelanggan dapat sering-sering mengubah-ubah atau menambah-nambah spesifikasi kebutuhan karena mengganggap aplikasi ini sudah cepat dikembangkan
2)      Pengembang lebih sering mengambil kompromi dengan pelanggan untuk mendapatkan prototipe dengan waktu yang cepat sehingga pengembang lebih sering melakukan segala cara guna menghasilkan prototipe untuk didemonstrasikan
Model prototipe cocok digunakan menggali spesifikasi kebutuhan pelanggan secara lebih detail tetapi beresiko tinggi terhadap membengkaknya biaya dan waktu proyek
c.     Model RAD (Rapid Application Development )
Rapid Application Development (RAD) adalah model proses pengembangan perangkat lunak yang bersifat inkremental terutama untuk waktu pengerjaan pendek.
Model RAD adalah adaptasi dari model air terjun (model waterfall) versi kecepatan tinggi dengan menggunakan model air terjun untuk pengembangan setiap komponen perangkat lunak.
Jika kebutuhan perangkat lunak dipahami dengan baik dan lingkup perangkat lunak dibatasi dengan baik sehingga tim dapat menyelesaikan pembuatan perangkat lunak dengan waktu yang pendek
Gambar :
Model RAD memiliki kelemahan sebagai berikut :
1)      Untuk pembuatan sistem perangkat lunak dengan skala besar maka model RAD akan memerlukan sumber daya manusia yang cukup besar untuk membentuk tim-tim yang mengembangkan komponen-komponen
2)      Jika tidak ada persetujuan untuk mengembangkan perangkat lunak secara cepat (rapid) maka proyek dengan model ini akan gagal, karena hanya akan bingung mendefinisikan kebutuhan pelanggan (customer) atau user
3)      Jika sistem perangkat lunak yang akan dibuat tidak bisa dimodulkan maka model RAD tidak dapat digunakan
4)      Tidak cocok jika menggunakan teknologi baru yang belum banyak dikenal dan dikuasai pengembang
Model RAD cocok diterapkan apabila memenuhi kriteria proyek sebagai berikut :
1)      Anggota tim sudah berpengalaman mengembangkan perangkat lunak sejenis
2)      Pengembang sudah memiliki komponen-komponen sistem yang bisa digunakan kembali dalam proyek tersebut
d.        Model Inkremental / Iteratif
Model inkremental mengkombinasikan proses-proses pada model air terjun (model waterfall) dan iteratif pada model prototipe. Model inkremental akan menghasilkan versi-versi perangkat lunak yang sudah mengalami penambahan fungsi untuk setiap pertambahannya (inkremen / increment).
Gambar :

Model inkremental dibuat untuk mengatasi kelemahan dari model air terjun yang tidak mengakomodasi iterasi, dan mengatasi kelemahan dari metode prototipe yang memiliki proses terlalu pendek dan setiap iteratif prosesnya tidak selalu menghasilkan produk (bisa jadi hanya prototipe).
Model inkremental menghasilkan produk/aplikasi untuk setiap tahapan inkremen
Model inkremental merupakan dari model watefall dan model prototipe. Model ini cocok digunakan pengembang dengan turnover staff tinggi.
e.        Model Spiral
Model spiral (spiral model) memasangkan iteratif pada model prototipe dengan kontrol dan aspek sistematik yang diambil dari model air terjun.
Model spiral menyediakan pengembangan dengan cara cepat dengan perangkat lunak yang memiliki versi yang terus bertambah fungsinya (increment).
Gambar :

Model spiral cocok digunakan untuk mengembangkan sistem perangkat lunak berskala besar karena memiliki proses analisis resiko yang dapat sangat meminimalisir resiko yang mungkin terjadi dan dengan target waktu dan biaya yang tidak terlalu mengikat.
Model spiral memungkinkan pengembang untuk menggunakan prototipe pada setiap tahap untuk mengurangi resiko
f.          Model Rakitan Komponen
Teknologi objek yang memberikan kerangka kerja teknis untuk sebuah model proses berbasis komponen bagi rekayasa perangkat lunak
Model ini menggabungkan beberapa karakteristik model spiral, sehingga membutuhkan pendekatan iteratif untuk menciptakan perangkat lunak.
g.         Model Perkembangan Konkuren
Model perkembangan konkuren disebut juga rekayasa konkuren
Model ini dapat disajikan secara skematis sebagai sederetan aktivitas teknis mayor, tugas-tugas dan keadaan yang lain.
Kenyataannya model proses konkuren bisa diaplikasikan ke dalam semua tipe perkembangan perangkat lunak dan memberikan gambaran akurat mengenai keadaan tertentu dari sebuah proyek